Pekerjaan pemangkasan dimaksudkan untuk mempertahankan kondisi bidang petik sehingga memudahkan dalam pekerjaan pemetikan dan mendapatkan produktivitas tanaman yang tinggi. Tujuan dari pekerjaan pemangkasan adalah: (1) Memelihara bidang petik tetap rendah untuk memudahkan pemetikan (2) Mendorong pertumbuhan tanaman teh agar tetap pada fase vegetatif. (3) Membentuk bidang petik (frame) seluas mungkin. (4) Merangsang pertumbuhan tunas-tunas baru. (5) Meringankan biaya pengendalian gulma. (6) Membuang cabang-cabang yang tidak produktif. (7) Mengatur fluktuasi produksi harian pada masa flush dan masa minus (kemarau). A. Prinsip-Prinsip Pangkasan (1) Batang/cabang/ranting yang telah dipotong tidak boleh pecah atau rusak. (2) Luka pangkas pada batang/cabang/ranting harus rata membentuk sudut 45o menghadap ke dalam perdu.
Sistem pangkasan adalah urutan ketinggian pangkasan yang diterapkan dalam satu siklus pangkas dibandingkan dengan siklus pangkas sebelumnya. Ada dua sistem pangkasan, yaitu: a. Sistem I : Sistem pangkasan yang selalu naik – sistem ini setiap kali melakukan pemangkasan selalu menaikkan bidang pangkasan (3-5 cm) lebih tinggi dari bidang pangkasan sebelumnya sampai batas maksimal pada ketinggian 65-70 cm, kemudian turun kembali pada ketinggian 50-55 cm. b. Sistem II : Sistem pangkasan tetap – sistem ini setiap kali melakukan pemangkasan berada pada ketinggian yang relatif tetap sekitar 60-65 cm berulang-ulang setiap siklus pangkas. Dengan pertimbangan kontinuitas produksi dan harapan produktivitas yang lebih baik, sistem pangkasan yang banyak diterapkan di perkebunan besar adalah Sistem I. Dengan sistem ini, cabang/ranting yang tertinggal
Daur pangkas yaitu jangka waktu antara pemangkasan terdahulu dengan pemangkasan berikutnya, yang dinyatakan dalam tahun atau bulan. Lamanya daur pangkas dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : (1) Ketinggian letak kebun dari permukaan laut; makin tinggi letak kebun dari permukaan laut, makin lambat kecepatan pertumbuhan tanaman teh dan sebaliknya. (2) Sistem petik; petikan keras akan menyebabkan naiknya bidang petik lebih lambat sehingga daur pangkasnya panjang, sedangkan petikan ringan akan menyebabkan naiknya bidang petik lebih cepat sehingga daur pangka
Untuk menghindari adanya dampak negatif (kekeringan, pertumbuhan lambat atau kematian) selama masa tanaman tidak berfotosintesa, kondisi tanaman yang akan dipangkas harus dalam keadaan sehat. Pengecekan kesehatan tanaman dilakukan satu bulan sebelum pemangkasan dengan cara test kadar pati atau tes kadar air. F. Waktu Penyembuhan dari Pemangkasan Secara umum setelah dipangkas + 30 hari mulai terjadi bintil-bintil calon tunas dan setelah 70 hari s/d 100 hari pertumbuhan pucuk sudah siap untuk dilakukan tipping/jendangan. Tetapi periode waktu tersebut berlangsung tergantung ketinggian pangkasan, jenis klon, waktu pemangkasan, ketinggian tempat dari permukaan laut , umur tanaman dan kondisi/kesehatan tanaman.
Cara pemangkasan dan tingkat kemahiran pemangkas sangat menentukan keberhasilan suatu pemangkasan selain faktor lainnya. Sebelum pangkasan dimulai, terlebih dahulu harus dibuat contoh pangkasan (indung pangkasan) yang diawasi dengan ketat. Secara garis besarnya urutan pelaksanaan cara pemangkasan adalah sebagai berikut: Pangkasan dengan Manual (1) Memotong cabang/ranting pada ketinggian yang dikehendaki. (2) Luka pangkas pada batang/cabang/ranting diupayakan rata membentuk sudut 45° menghadap ke dalam perdu. (3) Batang/cabang/ranting yang telah dipotong tidak boleh pecah atau rusak, oleh karena itu gaet atau gergaji harus tajam. (4) Memotong cabang/ranting yang besarnya lebih kecil dari ibu jari (< 2 cm) menggunakan gaet pangkas, sedangkan yang lebih besar dari ibu jari (> 2 cm) mempergunakan gergaji pangkas. (5) Membuang cabang/ranting kecil yang berukuran diameter kurang dari 1 cm (ukuran pensil). (6) Bidang pangkasan harus sejajar dengan permukaan tanah. (7) Untuk membentuk luka pangkas menghadap kedalam perdu, pemangkasan dilakukan dari kedua sisi perdu sesuai dengan barisan tanaman. Pangkasan dengan mesin Budidaya dan Pasca Panen TEH 35 Pangkasan dengan mesin dilaksanakan hanya dalam kondisi khusus, misalnya karena alasan kekurangan tenaga kerja, cara pangkasan sebagai berikut : (1) Memotong cabang (I) sedalam 15-25 cm dari bidang petik. (2) Memotong cabang (II) sedalam > 25 cm sampai pada ketinggian yang diinginkan. (3) Arah pemangkasan dilakukan sejajar dengan pohon yang dipangkas, dari arah kanan ke kiri sesuai dengan arah putaran mesin. (4) Untuk mengefektifkan jam kerja mesin, setiap satu jam kerja mesin diistirahatkan selama satu menit. (5) Untuk membersihkan cabang/ranting kecil dilakukan secara manual dengan gaet. H. Jenis Pangkasan Ada delapan jenis pangkasan bentuk pada tanaman teh sebagai berikut : (1) Pangkasan pertama disebut pangkasan indung 10 – 20 cm dari permukaan tanah. (2) Pangkasan bentuk, yaitu pangkasan setinggi 30 – 40 cm dari permukaan tanah pada umur 1,5 – 2,5 tahun. (3) Pangkasan kepris, yaitu pangkasan rata seperti meja tanpa melakukan pembuangan ranting dilakukan pada tinggi 60 – 70 cm dari permukaan tanah.
Penulis: Nanik Anggoro P, SP, M.Si / Penyuluh Pertanian BBP2TP
Email : nanik.anggoro@gmail.com
Sumber: Budidaya dan Pascapanen Tanaman Teh, Badan Litbang Pertanian, 2010


