
Pemangkasan: merupakan rangkaian kegiatan memangkas cabang atau ranting tanaman dalam rangka pembentukan kanopi. Tujuannya adalah untuk membentuk kerangka dasar tanaman agar mendukung tanaman mempunyai produktivitas tinggi. Dengan pemangkasan ini maka tanaman jambu kristal tidak tumbuh meninggi, melainkan melebar sehingga memudahkan pemeliharaan termasuk ketika melakukan panen.
- Pemangkasan paling terpenting dilkukan ketika tanaman mulai berbunga. Pangkaslah dua pasang daun diatas tangkai bunga bakal buah. Tujuannya agar mineral dan unsur hara fokus terserap untuk menumbuhkan bakal buah sehingga tidak terserap ke daun dan tangkai diatasnya.
- Pemangkasan dilakukan agar batang dan daun tumbuh merata, tidak saling bertumpukan dan semua daun bisa berasimilasi. Usahakan tinggi pohon maksimal 2 meter agar mempermudah pada tahap pembungkusan buah.
- Jambu kristal dapat berbuah dalam 1 tahun tetapi untuk menjaga pertumbuhan, maka pada tahun pertama pohon tidak boleh berbuah.
- Pilih 3─4 cabang yang baik untuk dijadikan batang utama. Batang yang akan dijadikan batang utama dijaga agar jangan sampai berbuah supaya bentuknya tidak bengkok. Tinggi batang utama sebaiknya 40─50 centimeter dan semua cabang harus terpisah.
- Meninggikan percabangan pada lokasi yang mudah teergenang air, karena jika batang terlalu rendah dan buah tersentuh tanah akan mudah terserang penyakit. Jika batang utama terbentuk, pangkaslah supaya bisa tumbuh cabang sekunder (sub cabang), pangkas cabang yang terlalu panjang, terlalu padat, terlalu kering, berpenyakit, serta dekat dengan tanah. Hal tersebut dilakukan agar dasar dari pohon terbentuk bagus, sehingga mudah dalam perawatan.
Pemangkasan dan perebahan tanaman adalah salah satu faktor kunci memacu produktivitas tanaman buah, khususnya jambu biji (kristal, mutiara)
Pemangkasan dan/atau perebahan ini setidaknya akan bermanfaat utk :
1) peremajaan/mendatangkan tunas2 baru yang lebih produktif
2) memudahkan proses pemeliharaan (pembungkusan, penyemprotan dan pemanenan)
3) membuat sirkukasi udara dan sinar matahari masuk ke bagian tengah tanaman, sehingga mengurangi tingkat penyebaran hama dan penyakit
4) distribusi nutrisi yang baik dan merata ke seluruh bagian tanaman yang dikehendaki (terutama buah)
Penjarangan Buah: adalah kegiatan mengurangi jumlah buah per malai, dengan membuang buah yang dianggap tidak baik untuk dipelihara. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas. Jadi kalau buahnya banyak dalam satu cabang itu sebenarnya tidak bagus, sebaiknya dalam satu cabang hanya terdapat 1-2 buah. Pelihara maksimal 2 buah per cabang pada cabang tunas (berasal dari cabang primer) dan 1 buah pada cabang ranting atau tersier.
Pembungkusan Buah: pembungkusan buah jambu kristal dilakukan secara satu per satu. Setiap buah dilakukan pembungkusan untuk meningkatkan kualitas penampilan buah, melindungi dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta melindungi dari kerusakan pada saat panen. Sejauh ini belum ada mesin yang dapat melakukan pembungkusan buah jambu kristal. Proses pembungkusan masih dilakukan secara manual oleh manusia dan membutuhkan kesabaran karena harus dilakukan secara satu per satu.
Buah yang tumbuh di pohon, akan tergantung pada kondisi pohon tersebut. Buah yang terlalu banyak, akan tumbuh kecil, kulit mengkilat, dan mutu jelak. Prinsipnya setiap cabang hanya ada 1-2 buah saja, pada cabang yang kurus atau pendek tidak boleh ada buahnya. Buang buah yang kecil, menghadap ke atas, berbentuk tidak bagus, terluka atau terkena penyakit, dan cabang yang terlalu banyak buahnya. Pembungkusan dilakukan pada buah kecil yang , sudah tidak rontok (kira-kira diameter 2,5 cm – 3 cm), jika buah terlalu kecil maka sesudah dibungkus akan mudah rontok, jika bauh terlalu besar akan udah terserang hama ulat, kecuali dibungkus dengan kantong kertas khusus (spon net) pembungkus buah, lapisi pula dengan plastik yng ujungnya diberi lubang untuk pengatusan.
Ada 2 cara pembungkusan: (1) Ikat kantong plastik di cabang dimana buah berada, cara ini lebih cepat dan lebih mudah buah tidak mudah jauth karena angin kenang (2) Ikat kantong plastik ditangkai daun, cara ini kerjanya agak lambat, tetapi lebih mudah untuk pemetikan buah, mulut kantong plastik harus diikat rapat supaya ulat tidak bisa masuk. Jika sulit mendapatkan kantong plastik khusu, bisa menggunakan kertas, tetapi ada kelemahannya yaitu susah menentukan kemasakan buah dan ulat juga lebih mudah masuk.
Pemupukan
Karena Jambu biji berakar dangkal maka kekurangan air bisa menyebabkan pertumbuhan lambat, buah kecil, mutu jelek. Pada musim kemarau harus diperhatikan metode pemupukan sering tapi sedikit, dapat digunakan cara pengairan sekaligus pemupukan.
a. Pada tanaman umur 0─1 tahun, bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kilogram pupuk kandang, 50 kilogram TSP, 100 gram Urea dan 20 gram ZK dengan cara ditaburkan di sekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 centimeter dan lebar antara 40─50 centimeter.
b. Pada tanaman umur 1─3 tahun, pemupukan dilakukan dengan NPK 250 gram/pohon, dan TSP 250 gram/pohon, dan seterusnya cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP dan NPK dengan takaran yang sama.
c. Pada tanaman umur 3 tahun ke atas, kalau pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tunas hasil pemangkasan ranting, berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak per pohon.




